Selasa, 13 November 2012

TANYA JAWAB FILSAFAT MENGGAPAI ARTI HIDUP


Narasumber    : Heny Sri Astutik
Penanya          : Siti Nuriyatin

1.      Jika ada orang yang memberimu segelas minuman lemon, maka apakah yang akan kamu lakukan?
Minuman lemon yang diberikan oleh orang tersebut dapat berarti anugerah tapi dapat pula berarti musibah. Jika minuman lemon tersebut diberikan kepada kita saat kita haus  dan diberikan kepada kita dengan ikhlas oleh orang tersebut kepada kita maka minuman lemon dapat dianggap sebagai anugerah, tetapi jika minuman lemon tersebut diberikan kepada kita pada saat kita sakit yang mengharuskan kita tidak boleh makan makanan yang asam dan diberikan kepada kita oleh orang tersebut dengan tujuan ingin mencelakai kita, maka minuman lemon tersebut dapat berarti musibah bagi kita. Ini tergantung apakah kita menerima atau menolak lemon tersebut. Inilah sebenar-benar hidup adalah pilihan, dan sebenar-benar pilihan adalah reduksionism, dan sebenar-benar reduksi adalah metode berpikir. Karena reduksi sejalan dengan abstraksi maka kita hendaknya harus berhati-hati dalam melakukan reduksi. Jadi reduksionism selain sebagai olah pikir juga hendaknya disertai dengan olah hati.
Komentar:
Anugerah dan musibah bergantung dari subyek yang memandangnya, kita bisa membuat sesuatu yang kita pandang sebagai musibah (kerugian) berubah menjadi keuntungan. Ketika kita tertimpa musibah maka lihatlah dari sisi yang paling terang dari musibah tersebut. Bisa jadi musibah itu adalah penguat untuk diri kita, bisa jadi musibah itu anugerah yang baik untuk kita. Ketika kita diberi bunga kaktus dan bukan bunga mawar yang indah, mak bersabarlah maka suatu saat kaktus akan berbunga indah melebihi indahnya mawar. Ketika kita diberi ular berbisa maka ambillah kulitnya yang mahal dan tinggalkan bagian tubuhnya yang lain. Ketika kita diberi minuman lemon yang sangat masam bukanlah segelas susu yang segar, maka tambahkan gula pada minuman lemon tersebut.
“...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al Baqarah : 216)
2.      Apa yang kau lihat dicermin ketika engkau berkaca?
Cermin adalah refleksi diri. Dengan bercermin kita melihat refleksi diri kita yaitu  apa adanya diri kita yang nampak di cermin. Cermin tidak pernah menolak untuk memantulkan gambar yang ada di depannya. Cermin begitu jujur pada kita, karena apa yang ada dalam diri kita yang dipantulkan oleh cermin dengan demikian apa adanya. Dengan bercermin kita diajak untuk melihat dan mengetahui tentang diri kita lebih jauh. Selain ada kebaikan ada juga kekurangan dan kelemahannya. Kita diajak untuk menyadari akan kekurangan dan kelemahan kita sendiri agar kita lebih waspada dan mawas diri. Cemin memperlihatkan rupa, bentuk, wujud kita dalam penampilan, rasa percaya diri akan tetapi kadang kita lupa makna dari cermin hati,yang membetulkan sikap, perilaku, dan tindakan kita. . Bilamana kita dapat menjadikan jati diri kita laksana cermin, maka kita telah kembali menyatu dengan kesadaran sejati sehingga kesadaran sejati menjadi jati diri kita yang sebenarnya tanpa beda. Kesadaran Sejati bagaikan sebuah cermin, dimana kesadaran sejati selalu menerima apa adanya tanpa menambahkan.
Komentar:
Apa yang kita lihat di cermin, itulah sebenarnya diri kita. Ketika kita yakin akan melihat keindahan dari bayangan dalam cermin maka akan indahlah bayangan itu. Ketika kita yakin bahwa warna merah yang kan muncul di cermin maka akan merahlah bayangan itu. Apa yang terjadi akan sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Ketika berpikir positif maka positiflah diri kita, ketika kita berpikir buruk maka buruk pula apa yang ada pada diri kita. Hal ini sesuai dengan janjiNYA bahwa Allah mengikuti prasangka hambaNYA.  
 

3.      Bagaimana makna kebahagiaan menurutmu?
Kebahagiaan itu bersifat subjektif, Kebahagiaan adalah Rasa, kebahagiaan itu adalah kedamaian di hati karena kebenaran yang dihayati, kebahagiaan itu adalah kelapangan dada menerima apa yang menjadi bagian dari hidup, kebahagiaan itu merupakan ketenangan hati karena kebaikan di sekeliling kita. Kebahagiaan itu ketika kita dapat bermanfaat bagi orang lain, karena kebahagiaan itu bersifat subjektif maka makna bahagia menurut ku belum tentu sama dengan makna bahagia menurutmu, dan menurut orang lain. Karena kebahagiaan itu berasal dari diri kita sendiri, ketika kita mampu mensyukuri setiap apa yang Allah kasih pada diri kita, memaknai semua yang Allah berikan sebagai anugerah, ketika orang lain tidak ada yang tersakiti.
Komentar:
Kebahagiaan itu relatif.
Tiga orang sedang berbahagia karena hal yang sama, namun tingkat kebahagiaan dari masing-masing orang tersebut belum tentu sama. Namun satu hal yang pasti bahwa kebahagian itu berasal dari hati. 

4.      Kapan kau merasakan bahwa dirimu merasa sendiri di tengah-tengah kerumunan orang banyak?
Aku merasa sendiri ditengah-tengah keramaian ketika aku sedang berada dalam masalah dan tidak ada orang lain yang peduli, ketika aku mengadu pada Allah tentang semua keluh kesahku, tentang semua masalah yang mendera, ketika tidak ada orang lain yang mampu membantu menyelesaikan masalah yang datang menyapa, karena Hanya Allah lah yang maha segala-galanya tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas pertolonganya. Dalam doa kutemukan bahwa diriku lemah di hadapaNya, dan semoga kita sebagai manusia mampu mengapai sepi dalam doa, karena sebenar-benar sepi adalah doa tanpa kekuatan, sehingga dalam sepi sendiri itu kita mampu menemukan keramaian yang lain.
Komentar:
Yakinlah, walaupun kita benar-benar berada dalam kesendirian atau merasa sendiri dalam kerumunan orang banyak, maka yang merasa sendiri itu adalah pikiran kita. Kendalikan pikiran itu, arahkan pikiran itu, bimbinglah pikiran itu dengan kemurnian hati kita. Ketika hati mampu melakukan itu semua maka pikiran tak akan mudah terbelenggu dan selalu mampu untuk berpikir positif.  
5.      Apa fungsi kacamata Bagimu?
Normatif dari kacamata adalah kanopi atau pelindung, untuk memperjelas penglihatan, namun belum tentu membantu memperjelas penglihatan hati, karena hatiku sejujurnya tidak perlu kacamata kecuali ketika hatiku tidak peka lagi terhadap apa makna dari benar dan salah, ketika hatiku tidak peka aku butuh kacamata hati untuk membantu ku melihat hakekat hidup ini yang berupa tuntunan atau sumber yang jelas yaitu Al-Quran dan Al-Hadist. Karena sumber yang jelas dan benar akan menjadi kaca mata hati yang akan menjadi petunjuk kita untuk membedakan yang benar dan yang salah.
Komentar:
Itulah sebenar-benar fungsi kacamata, yaitu pengarah diri untuk menuju alur yang baik.
6.      Kapan kau merasa bahwa kehidupanmu sangat berarti?
Aku merasa hidupku sangat berarti ketika aku bermanfaat bagi orang lain, ketika aku menyadari bahwa hidup ini adalah anugerah dari sang pencipta.
Komentar:
Beruntunglah ketika kita merasa bahwa hidup kita sangat berarti, ketika hidup kita bermanfaat, ketika hidup kita optimis untuk semakin lebih baik, karena itu semua merupakan bukti syukur kita atas anugerah yang tak ternilai dariNYA.

7.      Bagaimana kita mendapatkan pengetahuan?
Pengetahuan itu dapat kita peroleh dengan dua cara yaitu dengan mendasarkan pada pengamalan dan rasio. Kaum rasionalis mengembangkan paham yang disebut dengan rasionalism, sedangkan mereka yang mendasarkan diri pada pengalaman mengembangkan paham yang disebut empirisme. Kaum rasinalis menggunakan metode deduktif untuk menyusun pengetahuannya, sedangkan kaum empiris berpendapat bahwa pengetahuan itu diperoleh lewat pengalaman yang kongkret yang ditangkap oleh pancaindra. Disamping kaum rasinalisme dan empirisme masih terdapat cara lain untuk mendapatkan pengetahuan yang lain yaitu dengan intuisi, intuisi adalah pengetahuan yang didapatkan tanpa memalui proses penalaran tertentu.
Komentar:
Pengetahuan itu ada yang kita dapatkan dari sesuatu yang mempunyai awalan (fondasionalism) dan ada yang tidak mempunyai awalan (intuisi). Keduanya akan berjalan dan berkembang seiring dengan pengalaman kita.
8.      Heraiklitos mengatakan bahwa “perang (pertentangan) adalah segala-galanya, bagaimanakah menurut anda?
Inti dari pemikiran heroklitos adalah keyakinan bahwa setiap benda terdiri dari hal-hal yang saling berlawanan tetapi hal-hal yang berlawanan itu tetap memiliki kesatuan atau dapat dikatakan yang satu adalah banyak, dan yang banyak adalah satu. Dapat dikatakan semuanya adalah sintesis, semua yang ada mempunyai struktur pada hal-hal yang berlawanan. Karena semua yang ada di dunia ini sebenarnya adalah kontradiksi atau pertentangan. Kontradiksi dalam matematika berbeda dengan kontradiksi filsafat. Kontradiksi dalam filsafat adalah bukan identitas, dan hukum identitas hanya berlaku bagi Allah dengan sifat keesaanya. Maka semua yang ada di dunia ini adalah pertentangan karena diriku tidak akan sama dengan diriku.
Komentar:
Benar bahwa segala yang ada di dunia ini adalah pertentangan. Ada cinta ada benci, ada besar ada kecil, ada tebal ada tipis. Itulah inti hidup bahwa dengan pertentangan-pertentangan itu akan saling melengkapi untuk mencapai keharmonian hidup.


9.      Kenapa filsafat bisa dikatakan “ditemukan dalam diri setiap orang”?
Filsafat adalah olah pikir. Manusia dalam hidup selalu berpikir, karena manusia adalah makluk yang selalu tidak puas akan apa yang ada,  ketidakpauasan itu menggerakan dan mendorong manusia untuk selalu mencari tahu segala yang ada dan mungkin  ada. Dari dorongan ingin mencari tahu inilah muncul filsafat. Filsafat muncul dari keingin tahuan manusia akan segala sesuatu yang ada disekitarnya. Para filsuf  yunani awal berusaha menjawab pertanyaan yang mereka ajukan sendiri tentang arkhe ( asas, prinsip dunia)
Komentar:
Selama manusia masih berpikir maka manusia akan tetap berfilsafat. Hidup ini adalah proses menterjemahkan dan diterjemahkan, maka di sanalah pikiran akan terus memproduksi yang ADA dan yang MUNGKIN ADA. Dan filsafat akan terus dilakukan manusia selama kesadarannya masih melekat pada diri.

10.  Sesuatu yang selalu berubah itu adalah perubahan itu sendiri, bagaimanakah menurut mu?
Perubahan adalah pilihan, seluas-luas perubahan adalah keadaan sadar akan ruang, waktu, arah dan potensi. Mana dari perubahan itu sendiri hendaknya ke arah positif dan memiliki manfaat bagi diri sendiri, orang lain, bagi dunia dan akhirat. Hendaknya dalam melakukan perubahan kita mempunyai kesadaran akan perubahan dalam ruang dan waktu, serta pemahaman tentang alasan kenapa kita harus melakukan perubahan, sebagai niat dan motivasi melakukan perubahan ke arah yang positif  agar perubahan itu bermanfat bagi dunia dan akhiirat.
Komentar:
Perubahan adalah suatu keniscayaan karena tidak ada yang “sama” atau “tetap sama” dalam hidup ini karena terikat oleh adanya ruang dan waktu. Maka manfaatkanlah setiap perubahan yang selalu terjadi dengan selalu memperbaiki kualitas diri.

2 komentar:

  1. Subhanallah...
    Hidup itu pilihan...
    Tidak hanya satu pilihan tapi banyak pilihan...
    Diperlukan kemampuan untuk mereduksi alternatif pilihan-pilihan yang tidak terpilih...
    Untuk keharmonian hidup kita...
    Do the best...

    BalasHapus
  2. ku kira filsafat itu nggak penting ternyata nggak juga ya ...

    BalasHapus